Headlines News :
Home » » Pihak Penjajah Mengerahkan Cucunguk-Cucunguk

Pihak Penjajah Mengerahkan Cucunguk-Cucunguk

Written By SYARIKAT ISLAM INDONESIA KAB.SUKABUMI on Rabu, 04 Desember 2013 | 22.35

Untuk menghalang-halangi pergerakan rakyat yang berjuang menuju kemerdekaan nasional, pihak penjajah mengerahkan cecunguk-cecunguk, untuk pekerja sebagai spion atau untuk membuat perkumpulan yang reaksioner, ataupun untuk memecah belah antara partai dengan partai. Untuk mengetahui situasi politik sekitar tahun 1925, dibawah ini kami kutip tulisan OS Cokroaminoto dalam surat kabar Bendera Islam tanggal 22 Juni 1925 antara lain sebagai berikut: Pada ketika pergerakan Syarikat Islam lagi rame-ramenya mementingkan pergerakan kaum buruh dan kaum tani, terutama sekali dalam tahun 1918 sampai 1921. sehingga goncanglah segenap dunia kapital di Indonesia, merasa terancam oleh bahaya yang kelihatannya akan membongkar kapitalisme sampai keakar-akarya, maka sibuklah pihak kapitalis dengan bantuan pihak borjuis, segeralah mendirikin benteng yang berwujud Perserikatan P.E.B. dengan mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah untnk menjadi Perkakasnya dan bekerja menspioni Syarikat Islam, dan ada pula yang bekerja dengan memakai Topeng Islam mendirikin rupa-rupa perserikatan dengan memakai Islam seperti. Jannatul Hasanah. Jamiat… rupa-rupa.. .sekalian, dan macam-macam nama Jawa yang lain-lainnya.
Dari tahun 1920 sampai kira-kira tahun 1922 merasa senang hati pihak P.E.B. melihat pergerakan SI berada dalam kepayahan, organisasi SI berada kelembekan lantaran dari banyaknya penganjur-nganjur SI yang duduk merenung didalam Kursi Pergerakan. Ditambah pula kekacauan dan kegaduhan yang terjadi diantara pihak-pihak Syarikat Islam dengan koimunis. Tetapi akhirnya SI Kapilatis dan orang-orang kaum borjuis yang menjadi Perkakasnya nyatalah tertipu oleh pengharapan dan cita-citanya. Barang siapa mengira bahwa Ruh Syarikat Islam bisa mati, teristmewa sekali bisa mati karena kekuatan lahir, sungguh manusia yang sertipu itu tidak kurang tidak lebih dari kerongkongan yang tidak ada nyawa didalamnya. Semenjak permulaan tahun 1923 Ruh Syarikat Islam menunjukan hidupnya kembali, organisasi mulai diatur kembali dengan tidak lagi mementingkan upaya yang berwujud dunia material tetapi semata-mata hanya mementingkan upaya batin belaka. Terutama sekali nyatalah, pergerakan SI berhak sepenuh-penuhnya dan berkewajiban seberat-beratnya tetapi sesuci-sucinya, akan dapat hidup di dunia meliputi segenap umat Islam Indonesia yaitu setelah habisnya perjuangan hebat dengan kaum komunis, maka kesudahannya Sungguh pergerakan SI kehilangan sedikit gelanggang, tetapi memperoleh kemenangan batin yang amat besar, yang menjadi modal yang kekal artinya guna penghidupan selamanya. Pihak REAKSI mendapat jalan untuk melakukan serangan lagi kepada pergerakan Syarikat Islam, tetapi sekarang ini bukannya ditujukan kepada pergerakan Syarikat Islam saja, melainkan lebih dahulu ditujukan kepada pihak komunis. Setelah Pergerakan komunis di daerah Priangan boleh dikatakan sudah musnah lantaran dibabat oleh pergerakan Gila-gilaan yang terkenal itu, maka pihak REAKSI lain memindahkan arah serangannya kepada pihak SI. Tetapi pihak Reaksi amat kecewa terhadap pengharapan dan cita-citanya. Pergerakan gila-gilaan yang tersebut itu, nyatalah terbentur kepalanya kepada satu tembok baja yang berisi Ruh Islam didalamnya. Meskipun ada beberapa orang saudar anggota SII yang jatuh menjadi korban dilukai oleh kawan gila-gilaan yang berlaku sebagai perkakas tak bernyawa dari tangan penghianat-penghianat pergerakan rakyat, ada beberapa buah rumah mereka yang dijatuhi hujan batu, adapula rumah anggota SII yang terkena Bom dan ada juga dua buah rumah yang dibakar oleh penjahat (dalam daerah kraksaan), tetapi barisan SII tidak sekali-kali pecah, malahan nyata bertambah kuat, bukan saja hampir tidak ada saudara anggota SII yang lari meninggalkan barisannya, tetapi dalam satu dua bulan yang akhir-akhir ini ada ratusan anggota-anggota baru yang datang masuk dalam kalangan SII, menambah kuatnya barisan yang teguh itu, memang orang-orang Islam itu mendapat warisan itu yaitu senantiasa terancam oleh bahaya pihak kafir…Kita tidak perlu minta keadilan kepada sesama manusia.
Begitulah ucapan yang sekarang terdengar dimana-mana tempat yang keluar dari bibirnya kaum SII, yang terkepung oleh bahaya seperti tersebut diatas. Kekuatan batin yang serupa inilah menjadi salah satu modal yang terbesar bagi pergerakan Syarikat Islam Indonesia guna menciptakan keuntungan yang diharapkan kelak kemudian hari. Orang-orang yang wujudnya tidak lebih dan tidak kurang daripada satu kerongkongan yang tidak ada nyawa didalamnya memang mudah sekali putus asa. Setelah pergerakan Syarikat Islam di Priangan ternyata tidak bisa dirusak oleh pergerakan Gila-gilaan yang tersebut, maka sekarang surat kabar Kaum Muda yang terbit di Bandung terkenal sebagai organ PEB dengan tidak ada orangnya yang kelihatan di mata dunia menanggung jawab diatas pekerjaan redakturnya cuma seorang manusia yang rendah budinya saja suka bekerja mengemudikan surat kabar yang serupa itu, maka sekarang surat kabar Kaum Muda muiai memuatkan satu karangan yang ditandai oleh P. Melancong (sudah tentu saja satu nama samaran), bermaksud menyerang pergerakan Syarikat Islam dalam hal urusan ke Agamaan. Lebih dahulu penulis PM itu menunjukkan warna Islamnya. Tetapi warna islam yang tergambar didalam satu surat kabar organ PEB itulah tidak lain melainkan warna Islam yang terjadi dari CAT bikinan Syaitan belaka. Seorang Islam sejati tentu mengerti bahwa Islam dan ke Islaman itu tidak bisa bergandeng sama satu komplot seperti PEB itu. Setelah terdengar kabar-kabar pihak SII hendak berjabatan tangan dengan komunis, padahai kabar ini tidak menyatakan barang yang sebenarnya, maka penulis PM itu lantas menunjukan kekhawatirannya dengan perkataan perkataan antara lain seperti tercantum ini: kini tampak keduanya payah. Tetapi merasa sendiri kalau dalam perjuangan beberapa lamanya itu tidak memperoleh laba. Laba, memang rakyat tidak dapat bagian, tetapi sebaliknya rakyat memberi laba dengan urumam dari setalen hingga serupiah. Oleh sebab-sebab yang kita terangkan diatas tadi, maka meniuplah kabar yang memberitakan, bahwa haluan akan dirobah, maksud telah dikira-kirakan membuat jembatan yang akan mempertemukan persatuan agar paham Islam dan Paham Komunis, sebagai pangkal perobahan, maka Tuan Murid kursus CSI yang bertanda S dalam surat kabar Bendera Islam telah coba merundingkan hal itu. Nama Tuan Darsono dibawa-bawa dan disebut-sebut, karena maklumlah beliau ini tiang tunggal pergerakan Komunis Indonesia. Mungkinkah terjadi perpaduan ini, belum dapat kita ramalkan. Hanya konon kabarnya, partai Komunis berdasarkan peri pencaharian hidup, dengan mengecualikan agama. Adapun Syarikat Islam Indonesia jika dilihat dari nama tentu perkumpulan Ummat Islam yang mementingkan agama, adalah tentu pemimpin-pemimpinnya tidak luput  dari orang-orang alim atau sekurang-kurangnya paham benar akan agama Islam, tiada lepas taat dan ibadah pada siang dan malam. Biarlah penulis PM tidak terus menerus berpusing kepala, maka kita tolong memberi keyakinan kepadanya, meskipun kiranya pergerakan Syarikat Islam tidak berjabatan tangan dengan kaum komunis atau dengan sesuatu pihak lain yang manapun juga, akhirnya pergerakan Syarikat Islam berkuasa pula menghancurkan kapitalis yang sekarang menggenggam negeri tumpah darah kita dan berkuasa pula menghapuskan kelakuan politieke overheersching serta economische vitbuiling yang menyebabkan jatuhnya rakyat kita kedalam lembah kesengsaraan, perhambatan dan kehinaan. Yakinlah bagimu, penulis PM! Lebih lanjut PM berkata sebagai berikut: Tetapi kita tidak bisa meyakinkan dengan melibat nama, apa pula nama pada waktu ini, mudah dibuat ditempel saja diatasnya, buat membalikkan pemandangan yang menembus kedalam. Syarikat Islam bukan kumpulan taat Ibadah, tetapi perkumpulan politik yang beranggotakan Ummat Islam. Yakinlah kita sudah masuk dalam SI mendalam betul, karena niat hendak menyempurnakan Ke-lslaman, tetapi sampai dasarnya, tidak bertemu, hanyalah kita bertemu dengan politik-politik yang bertimbal-balik membeli itu. pergerakan yang bernama Islam, sayang benar nama Islam dipakai untuk membangunkan dan menyusun organisasi, yang mana kemudian dibalutkan pada perbuatan susah.
Aha, dengan tak ada orang yang menanya, sekarang penulis PM mengaku sendiri sudah pernah menjadi Juragan Spion didalam badan Syarikat Islam! Patul sekali penulis PM mengatakan nama Islam cuma dibuat ditempel saja diatas badan SI, sebab sudah barang tentu didalam kalangan Syarikat Islam ia tidak mencari kebenaran dan tidak berusaha memasukan ruh SI didalam hati sanubarinya, melainkan yang dipikirkan hanya Premie yang ia bakal terima dan majikannya. Kasian, satu perkakas yang tidak bernyana biarpun pada bibirnya mengaku Islam, telapi kalau berbuat hianat kepada pergerakan Ummat Islam seperti pergerakan Syarikat Islam, maka orang yang mengaku Muslim yang semacam itu tidak bisa benarlah tauhidnya kepada Allah Ta’ala, dan batallah perbuatan ibadanya. Tiap-tiap orang Muslim yang sudah mengerti benar-benar akan asas-asas Islam, niscayalah setuju sepenuhnya, bahwa Islamisme itu harus menjadi dasar segala perbuatan ummat Islam, juga perbuatan dalam kalangan POLITIK.
Kita wajib berikhtiar supaya negeri tumpah darah kita bisa mendapat Pemerintahan yang berdasar Islamisme.Barangkali cuma seorang yang mengaku Muslim semacam penulis PM itu sajalah yang bisa dan berani menyangkal perkataan kita ini, sebab ruh dan budi pekerti yang sudah terjual kepada pihak reaksi, maka tidak heranlah kita, kalau penulis PM tidak bisa mengerti akan politik didalam Islam dan politik yang dituntut oleh Syarikat Islam dengan berasaskan ISLAMISME. Pura-pura hendak menunjukan pikirannya yang sehat dan jernih, tetapi malahan penulis PM menunjukan kekeruhan pikirannya ialah disebabkan dari derajat ke-spionanya, terbukti dari perkataan-perkataannya sebagai berikut: Seandainya Agama Islam tidak dibawa-bawa misalnya. pergerakan orang Islam dilain-lain negeri, di Turki, Mesir dan lain-lain, tiadalah kita melahirkan kesayangan, bahwa umat Islam tiada terpedaya oleh nama, telapi karena tulus hatinya. Biarpun bagaimana juga jikalau sungguh-sungguh Syarikat Islam membangkitkan rasa Ke Islaman, dan dalam pada bekerja memajukan jalan yang sesat, menjerumuskan bangsa sendiri, golongan serikat sendiri, tiada juga siapa yang merasa menyesal.
Penulis PM nyata cuma memikirkan dan mengharapkan Premie buat ke-spionn-nya itu niscaya tidak bisa memikir dalam-dalam akan pergerakan Islam di Mesir, Turki, Rill, Tripoli dan lain-lainnya, yang dipertunjukkan sendiri olehnya sebagai contoh perbandingan. Penulis PM yang hatinya sudah berkarat (habis mudarat menjadi keparat) tentulah lidak bisa mengerti. bahwa seperti misalnya saudara-saudara rakyat Aceh telah menunjukkan kekuatan hati dan budi yang sebesar itu, terutama sekali ialah disebabkan dari rub Islam yang sehat hidup didalam hati sanubarinya. Penulis PM niscaya sudah tidak bisa bergerak lagi hatinya oleh perkataan yang dilahirkan oleh Ghazi Sidi Muhammad, seorang Pahlawan bangsa Riff Kabylen yang maksudnya begini: Maka akan diri saya ini. Muhammad bin Abdulkarim beserta dengan Menteri menteri, adalah berkehendak akan membangunkan suatu  pemerintahan  dari Ummat Islam dan membangunkan sekalian bangsa kami pada asas                 Al-Quran, yaitu Kitab yang memberi pengajaran dalam soal keadilan, persamaan dan kemajuan …
Apakah sekarang katamu, penulis PM? Memang saudara Ghazi Sidi Muhammad tidak sederajat dengan kamu, yang patutnya cuma mendapat premie candu dari majikanmu! Pergerakan Syarikat Islam tidak sekali-kali hendak menyesatkan rakyat, tetapi hendak membawa rakyat kepada jalan yang dibenci oleh majikannya penulis PM, yaitu jalan kemerdekaan sebagai yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala, serta jalan yang akan membinasakan imperialisme, kapitalisme dan segala macam isme yang dibenci oleh Allah.SWT. Mudah-mudahan Penulis PM bisa menghilangkan penyesalan hatinya, kalau tidak, mudah-mudahan bertambah sangat dila’nat oleh Allah Yang Maha Kuasa. 
Demikian Ketua OS Cokroaminoto. Dengan memperliatikan uraian tersebut diatas, kita bisa mendapat gambaran yang jelas mengenai situasi pada ketika itu.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

MUTIARA NASIHAT

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.(QS.Al-Imron : 104 )"

"Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Barang siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya) ; jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya (menasihatinya) ; dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju) , dan demikian itu adalah selemah-lemah iman”. [HR.Muslim ] "

(1)Demi masa (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (3 ) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran ( QS . Al-Ashr : 1- 3 ).

Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu 'anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” [HR.Muslim]

“Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri, di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.” (QS. Fathir: 32)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata : "Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : "Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya" ". [HR Tirmidzi, Ibnu Majah ]

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ( QS.Annahl : 125 )

DAFTAR ISI

 
Support : DPCSYARIKAT ISLAM INDONESIAKABUPATEN SUKABUMI
Diberdayakan Oleh Blogger
Copyright © 2013. SYARIKAT ISLAM INDONESIA KAB.SUKABUMI - All Rights Reserved