Untuk
menghalang-halangi pergerakan rakyat yang berjuang menuju kemerdekaan
nasional, pihak penjajah mengerahkan cecunguk-cecunguk, untuk pekerja
sebagai spion atau untuk membuat perkumpulan yang reaksioner, ataupun
untuk memecah belah antara partai dengan partai. Untuk mengetahui
situasi politik sekitar tahun 1925, dibawah ini kami kutip tulisan OS
Cokroaminoto dalam surat kabar Bendera Islam tanggal 22 Juni 1925 antara
lain sebagai berikut: Pada ketika pergerakan Syarikat Islam lagi
rame-ramenya mementingkan pergerakan kaum buruh dan kaum tani, terutama
sekali dalam tahun 1918 sampai 1921. sehingga goncanglah segenap dunia
kapital di Indonesia, merasa terancam oleh bahaya yang kelihatannya akan
membongkar kapitalisme sampai keakar-akarya, maka sibuklah pihak
kapitalis dengan bantuan pihak borjuis, segeralah mendirikin benteng
yang berwujud Perserikatan P.E.B. dengan mengeluarkan uang ratusan ribu
rupiah untnk menjadi Perkakasnya dan bekerja menspioni Syarikat Islam,
dan ada pula yang bekerja dengan memakai Topeng Islam mendirikin
rupa-rupa perserikatan dengan memakai Islam seperti. Jannatul Hasanah.
Jamiat… rupa-rupa.. .sekalian, dan macam-macam nama Jawa yang
lain-lainnya.
Dari
tahun 1920 sampai kira-kira tahun 1922 merasa senang hati pihak P.E.B.
melihat pergerakan SI berada dalam kepayahan, organisasi SI berada
kelembekan lantaran dari banyaknya penganjur-nganjur SI yang duduk
merenung didalam Kursi Pergerakan. Ditambah pula kekacauan
dan kegaduhan yang terjadi diantara pihak-pihak Syarikat Islam dengan
koimunis. Tetapi akhirnya SI Kapilatis dan orang-orang kaum borjuis yang
menjadi Perkakasnya nyatalah tertipu oleh pengharapan dan cita-citanya.
Barang siapa mengira bahwa Ruh Syarikat Islam bisa mati, teristmewa
sekali bisa mati karena kekuatan lahir, sungguh manusia yang sertipu itu
tidak kurang tidak lebih dari kerongkongan yang tidak ada nyawa didalamnya.
Semenjak permulaan tahun 1923 Ruh Syarikat Islam menunjukan hidupnya
kembali, organisasi mulai diatur kembali dengan tidak lagi mementingkan
upaya yang berwujud dunia material tetapi semata-mata hanya mementingkan
upaya batin belaka. Terutama sekali nyatalah, pergerakan SI berhak
sepenuh-penuhnya dan berkewajiban seberat-beratnya tetapi
sesuci-sucinya, akan dapat hidup di dunia meliputi segenap umat Islam
Indonesia yaitu setelah habisnya perjuangan hebat dengan kaum komunis,
maka kesudahannya Sungguh pergerakan SI kehilangan sedikit gelanggang,
tetapi memperoleh kemenangan batin yang amat besar, yang menjadi modal
yang kekal artinya guna penghidupan selamanya. Pihak REAKSI mendapat
jalan untuk melakukan serangan lagi kepada pergerakan Syarikat Islam,
tetapi sekarang ini bukannya ditujukan kepada pergerakan Syarikat Islam
saja, melainkan lebih dahulu ditujukan kepada pihak komunis. Setelah
Pergerakan komunis di daerah Priangan boleh dikatakan sudah musnah
lantaran dibabat oleh pergerakan Gila-gilaan yang terkenal itu, maka
pihak REAKSI lain memindahkan arah serangannya kepada pihak SI. Tetapi
pihak Reaksi amat kecewa terhadap pengharapan dan cita-citanya.
Pergerakan gila-gilaan yang tersebut itu, nyatalah terbentur kepalanya
kepada satu tembok baja yang berisi Ruh Islam didalamnya. Meskipun ada
beberapa orang saudar anggota SII yang jatuh menjadi korban dilukai oleh
kawan gila-gilaan yang berlaku sebagai perkakas tak bernyawa
dari tangan penghianat-penghianat pergerakan rakyat, ada beberapa buah
rumah mereka yang dijatuhi hujan batu, adapula rumah anggota SII yang
terkena Bom dan ada juga dua buah rumah yang dibakar oleh penjahat
(dalam daerah kraksaan), tetapi barisan SII tidak sekali-kali pecah,
malahan nyata bertambah kuat, bukan saja hampir tidak ada saudara
anggota SII yang lari meninggalkan barisannya, tetapi dalam satu dua
bulan yang akhir-akhir ini ada ratusan anggota-anggota baru yang datang
masuk dalam kalangan SII, menambah kuatnya barisan yang teguh itu,
memang orang-orang Islam itu mendapat warisan itu yaitu senantiasa
terancam oleh bahaya pihak kafir…Kita tidak perlu minta keadilan kepada
sesama manusia.
Begitulah
ucapan yang sekarang terdengar dimana-mana tempat yang keluar dari
bibirnya kaum SII, yang terkepung oleh bahaya seperti tersebut diatas.
Kekuatan batin yang serupa inilah menjadi salah satu modal yang terbesar
bagi pergerakan Syarikat Islam Indonesia guna
menciptakan keuntungan yang diharapkan kelak kemudian hari. Orang-orang
yang wujudnya tidak lebih dan tidak kurang daripada satu kerongkongan yang tidak ada nyawa didalamnya memang
mudah sekali putus asa. Setelah pergerakan Syarikat Islam di Priangan
ternyata tidak bisa dirusak oleh pergerakan Gila-gilaan yang tersebut,
maka sekarang surat kabar Kaum Muda yang terbit di Bandung terkenal
sebagai organ PEB dengan tidak ada orangnya yang kelihatan di mata dunia
menanggung jawab diatas pekerjaan redakturnya cuma seorang manusia yang
rendah budinya saja suka bekerja mengemudikan surat kabar yang serupa
itu, maka sekarang surat kabar Kaum Muda muiai memuatkan satu karangan
yang ditandai oleh P. Melancong (sudah tentu saja satu nama
samaran), bermaksud menyerang pergerakan Syarikat Islam dalam hal urusan
ke Agamaan. Lebih dahulu penulis PM itu menunjukkan warna Islamnya.
Tetapi warna islam yang tergambar didalam satu surat kabar organ PEB
itulah tidak lain melainkan warna Islam yang terjadi dari CAT bikinan
Syaitan belaka. Seorang Islam sejati tentu mengerti bahwa Islam dan ke
Islaman itu tidak bisa bergandeng sama satu komplot seperti PEB itu.
Setelah terdengar kabar-kabar pihak SII hendak berjabatan tangan dengan
komunis, padahai kabar ini tidak menyatakan barang yang sebenarnya, maka
penulis PM itu lantas menunjukan kekhawatirannya dengan perkataan
perkataan antara lain seperti tercantum ini: kini tampak keduanya payah.
Tetapi merasa sendiri kalau dalam perjuangan beberapa lamanya itu tidak
memperoleh laba. Laba, memang rakyat tidak dapat bagian, tetapi
sebaliknya rakyat memberi laba dengan urumam dari setalen hingga
serupiah. Oleh sebab-sebab yang kita terangkan diatas tadi, maka
meniuplah kabar yang memberitakan, bahwa haluan akan dirobah, maksud
telah dikira-kirakan membuat jembatan yang akan mempertemukan persatuan
agar paham Islam dan Paham Komunis, sebagai pangkal perobahan, maka Tuan
Murid kursus CSI yang bertanda S dalam surat kabar Bendera Islam
telah coba merundingkan hal itu. Nama Tuan Darsono dibawa-bawa dan
disebut-sebut, karena maklumlah beliau ini tiang tunggal pergerakan
Komunis Indonesia. Mungkinkah terjadi perpaduan ini, belum dapat kita
ramalkan. Hanya konon kabarnya, partai Komunis berdasarkan peri
pencaharian hidup, dengan mengecualikan agama. Adapun Syarikat Islam Indonesia jika
dilihat dari nama tentu perkumpulan Ummat Islam yang mementingkan
agama, adalah tentu pemimpin-pemimpinnya tidak luput dari orang-orang
alim atau sekurang-kurangnya paham benar akan agama Islam, tiada lepas
taat dan ibadah pada siang dan malam. Biarlah penulis PM tidak terus
menerus berpusing kepala, maka kita tolong memberi keyakinan kepadanya,
meskipun kiranya pergerakan Syarikat Islam tidak berjabatan tangan
dengan kaum komunis atau dengan sesuatu pihak lain yang manapun juga,
akhirnya pergerakan Syarikat Islam berkuasa pula menghancurkan kapitalis
yang sekarang menggenggam negeri tumpah darah kita dan berkuasa pula
menghapuskan kelakuan politieke overheersching serta economische vitbuiling
yang menyebabkan jatuhnya rakyat kita kedalam lembah kesengsaraan,
perhambatan dan kehinaan. Yakinlah bagimu, penulis PM! Lebih lanjut PM
berkata sebagai berikut: Tetapi kita tidak bisa meyakinkan dengan
melibat nama, apa pula nama pada waktu ini, mudah dibuat ditempel saja
diatasnya, buat membalikkan pemandangan yang menembus kedalam. Syarikat
Islam bukan kumpulan taat Ibadah, tetapi perkumpulan politik yang
beranggotakan Ummat Islam. Yakinlah kita sudah masuk dalam SI mendalam
betul, karena niat hendak menyempurnakan Ke-lslaman, tetapi sampai
dasarnya, tidak bertemu, hanyalah kita bertemu dengan politik-politik
yang bertimbal-balik membeli itu. pergerakan yang bernama Islam, sayang
benar nama Islam dipakai untuk membangunkan dan menyusun organisasi,
yang mana kemudian dibalutkan pada perbuatan susah.
Aha, dengan tak ada orang yang menanya, sekarang penulis PM mengaku sendiri sudah pernah menjadi Juragan Spion
didalam badan Syarikat Islam! Patul sekali penulis PM mengatakan nama
Islam cuma dibuat ditempel saja diatas badan SI, sebab sudah barang
tentu didalam kalangan Syarikat Islam ia tidak mencari kebenaran dan
tidak berusaha memasukan ruh SI didalam hati sanubarinya, melainkan yang
dipikirkan hanya Premie yang ia bakal terima dan majikannya. Kasian, satu perkakas yang tidak bernyana
biarpun pada bibirnya mengaku Islam, telapi kalau berbuat hianat kepada
pergerakan Ummat Islam seperti pergerakan Syarikat Islam, maka orang
yang mengaku Muslim yang semacam itu tidak bisa benarlah tauhidnya
kepada Allah Ta’ala, dan batallah perbuatan ibadanya. Tiap-tiap orang
Muslim yang sudah mengerti benar-benar akan asas-asas Islam, niscayalah
setuju sepenuhnya, bahwa Islamisme itu harus menjadi dasar segala
perbuatan ummat Islam, juga perbuatan dalam kalangan POLITIK.
Kita
wajib berikhtiar supaya negeri tumpah darah kita bisa mendapat
Pemerintahan yang berdasar Islamisme.Barangkali cuma seorang yang
mengaku Muslim semacam penulis PM itu sajalah yang bisa dan berani
menyangkal perkataan kita ini, sebab ruh dan budi pekerti yang sudah
terjual kepada pihak reaksi, maka tidak heranlah kita, kalau penulis PM
tidak bisa mengerti akan politik didalam Islam dan politik yang dituntut
oleh Syarikat Islam dengan berasaskan ISLAMISME. Pura-pura hendak
menunjukan pikirannya yang sehat dan jernih, tetapi malahan penulis PM
menunjukan kekeruhan pikirannya ialah disebabkan dari derajat ke-spionanya, terbukti dari perkataan-perkataannya sebagai berikut: Seandainya
Agama Islam tidak dibawa-bawa misalnya. pergerakan orang Islam
dilain-lain negeri, di Turki, Mesir dan lain-lain, tiadalah kita
melahirkan kesayangan, bahwa umat Islam tiada terpedaya oleh nama,
telapi karena tulus hatinya. Biarpun bagaimana juga jikalau
sungguh-sungguh Syarikat Islam membangkitkan rasa Ke Islaman, dan dalam
pada bekerja memajukan jalan yang sesat, menjerumuskan bangsa sendiri,
golongan serikat sendiri, tiada juga siapa yang merasa menyesal.
Penulis PM nyata cuma memikirkan dan mengharapkan Premie
buat ke-spionn-nya itu niscaya tidak bisa memikir dalam-dalam akan
pergerakan Islam di Mesir, Turki, Rill, Tripoli dan lain-lainnya, yang
dipertunjukkan sendiri olehnya sebagai contoh perbandingan. Penulis PM
yang hatinya sudah berkarat (habis mudarat menjadi keparat) tentulah
lidak bisa mengerti. bahwa seperti misalnya saudara-saudara rakyat Aceh
telah menunjukkan kekuatan hati dan budi yang sebesar itu, terutama
sekali ialah disebabkan dari rub Islam yang sehat hidup didalam hati
sanubarinya. Penulis PM niscaya sudah tidak bisa bergerak lagi hatinya
oleh perkataan yang dilahirkan oleh Ghazi Sidi Muhammad, seorang
Pahlawan bangsa Riff Kabylen yang maksudnya begini: Maka akan diri
saya ini. Muhammad bin Abdulkarim beserta dengan Menteri menteri, adalah
berkehendak akan membangunkan suatu pemerintahan dari Ummat Islam dan
membangunkan sekalian bangsa kami pada asas Al-Quran,
yaitu Kitab yang memberi pengajaran dalam soal keadilan, persamaan dan
kemajuan …
Apakah sekarang katamu, penulis PM? Memang saudara Ghazi Sidi Muhammad tidak sederajat dengan kamu, yang patutnya cuma mendapat premie candu
dari majikanmu! Pergerakan Syarikat Islam tidak sekali-kali hendak
menyesatkan rakyat, tetapi hendak membawa rakyat kepada jalan yang
dibenci oleh majikannya penulis PM, yaitu jalan kemerdekaan sebagai yang
dikehendaki oleh Allah Ta’ala, serta jalan yang akan membinasakan
imperialisme, kapitalisme dan segala macam isme yang dibenci oleh Allah.SWT.
Mudah-mudahan Penulis PM bisa menghilangkan penyesalan hatinya, kalau
tidak, mudah-mudahan bertambah sangat dila’nat oleh Allah Yang Maha
Kuasa.
Demikian
Ketua OS Cokroaminoto. Dengan memperliatikan uraian tersebut diatas,
kita bisa mendapat gambaran yang jelas mengenai situasi pada ketika itu.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !