Headlines News :
Home » » Pemuda Muslimin Indonesia Harus Siap Hadapi ASEAN Community 2015

Pemuda Muslimin Indonesia Harus Siap Hadapi ASEAN Community 2015

Written By SYARIKAT ISLAM INDONESIA KAB.SUKABUMI on Rabu, 16 April 2014 | 09.30

(SII-Sukabumi) Johor – ASEAN Community 2015  semakin dekat. Waktu bagi Pemuda Muslimin Indonesia yang merupakan Organisasi Sayap Syarikat Islam Indonesia untuk segera mempersiapkan diri agar dapat bersaing dengan para pemuda dari berbagai negara di ASEAN semakin menipis.
Dalam waktu yang sangat singkat, Sekolah-sekolah, perguruan-perguruan tinggi harus mampu mempersiapkan lulusan mereka untuk bersaing di kancah internasional. Sebab, jika tidak, kita justru menjadi orang asing di negeri sendiri, seperti yang diungkapkan Ketum Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia, M. Muhtadin Sabilli di Jakarta setelah pulang dari kunjungan lawatannya ke beberapa negara ASEAN sekaligus mendeklarasikan MYASEAN (Moslem Youth Association of Southeast Asian Nations) di University Kualalumpur, Johor, Malaysia.
“Kita selalu terlambat bahkan terbiasa merespons kerjasama internasional seperti ASEAN Socio and Cultural (ASC)ASEAN Economic Community (AEC) dan suka bekerja menjelang deadline, bahkan saat-saat injury time. Padahal, tidak mudah menghadapi ASC dan AEC 2015. Jika tidak siap, maka kita akan gagap dan panik menghadapi ASC dan AEC 2015 dan menjadi tamu di negeri sendiri,” ungkap Bang Bili.
Dari pada langsung menyerah dan pasrah dengan keadaan, ada cara yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan daya saing. Menurut Bang Bili, terdapat lima keterampilan yang harus dimiliki lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi ASC dan AEC (ASEAN Community 2015)
“Ada lima keterampilan yang harus dipenuhi oleh seorang lulusan perguruan tinggi agar dapat bersaing, yaitu kemampuan berkomunikasi secara verbal, kolaborasi, profesional di bidangnya, mampu menulis dengan baik, serta kemampuan untuk memecahkan masalah,” ujar Bang Bili.
Senada dengan Bang Bili, Sekjend PB Pemuda Muslimin Indonesia, Evick Budianto mengungkapkan, ada dua kompetensi yang wajib dimiliki Pemuda muslim untuk menghadapi AEC 2015. Kompetensi tersebut ada yang bersifat mendasar, ada juga yang bersifat komparatif.
Kompetensi dasar terkait kemampuan berbahasa Inggris, Arab dan berkomunikasi. Praktisi itu menilai, dalam kompetensi dasar ini, SDM Indonesia masih lemah. “Termasuk dalam soal kemampuan presentasi,” papar Evick.
Sedangkan kemampuan komparatif merupakan kemampuan yang memang dibutuhkan pasar tenaga kerja di ASEAN. Kemampuan ini menuntut keahlian tertentu para tenaga kerja di negara Asia Tenggara.
“Data terakhir menunjukkan, ASEAN masih membutuhkan tenaga guru, dosen, dokter dan insinyur. Ini yang harus disiapkan Indonesia,”  imbuhnya.
Sayangnya, Indonesia belum memiliki kesesuaian antara kebutuhan dunia kerja dengan lulusan perguruan tinggi yang sudah ada. Padahal, seharusnya pemerintah, dunia usaha dan dunia pendidikan menciptakan sinergi untuk mempersiapkan kompetensi para tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di kancah global.
“Ketiga unsur ini perlu menciptakan sinkronisasi dan menautkan apa yang sudah ada, apa yang belum ada dan potensi pasarnya. Kita siapkan bersama, apa kebutuhan di bursa tenaga kerja ASEAN…? Bidang profesi apa saja yang akan penetrasi ke Indonesia…?” Ujarnya.
Meski demikian, Evick Insya Allah sangat optimistis, tidak semua SDM Indonesia kalah saing di kancah global. Menurutnya, dalam beberapa bidang SDM Indonesia mampu berkompetisi dengan SDM dari negara lain. “Misalnya IT. Kuantitas dan kualitas IT kita mulai mampu bersaing,” urai Evick
(PB/TIK/yuseph)


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

MUTIARA NASIHAT

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.(QS.Al-Imron : 104 )"

"Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Barang siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya) ; jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya (menasihatinya) ; dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju) , dan demikian itu adalah selemah-lemah iman”. [HR.Muslim ] "

(1)Demi masa (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (3 ) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran ( QS . Al-Ashr : 1- 3 ).

Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu 'anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” [HR.Muslim]

“Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri, di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.” (QS. Fathir: 32)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata : "Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : "Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya" ". [HR Tirmidzi, Ibnu Majah ]

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ( QS.Annahl : 125 )

DAFTAR ISI

 
Support : DPCSYARIKAT ISLAM INDONESIAKABUPATEN SUKABUMI
Diberdayakan Oleh Blogger
Copyright © 2013. SYARIKAT ISLAM INDONESIA KAB.SUKABUMI - All Rights Reserved