Malam
Minggu, 1 Oktober 1927 telah diadakan rapat umum dari kongres partai SI
Hindia Timur bertempat di gedung Orion Park Pekalongan dengan dihadiri
lebih kurang 2000 orang dan dipimpin saudara Wondosudirdjo. Kemudian
pimpinan mempersilahkan saudara AM. Sangaji untuk membaca Al-Qur’an
dengan maknanya, kemudian diterangkan keputusan-keputusan kongres, baik
dalam persidangan tertutup maupun dalam rapat-rapat kombinasi. Setelah
selesai lantas pimpinan rapat umum diserahkan kepada saudara AM.
Sangaji.
Atas
pertanyaan dari beberapa hadirin, kemudian pimpinan mempersilahkan Haji
Agus Salim untuk memberikan jawaban dan penjelasan-penjelasan. Kemudian
Bung Karno mendapat giliran untuk menerangkan dengan singkat asas PNI
dijelaskan bahwa buat mencari maksud yang besar itu, haruslah kita
bekerja bersama-sama dengan kekuatan kita sendiri yaitu dengan kekuatan
pergerakan rakyat bersama. Adapun mengenahi ukuran matang atau
tidaknya untuk merdeka, tidak boleh kita memakai ukuran pihak sana,
kalau memakai ukuran pihak sana, niscaya sampai hari kiamat belum juga
dikatakan matang, sebab pertentangan antara maksud kita dan maksud pihak
sana.
Dianjurkan
oleh pembicara, supaya segenap pergerakan rakyat sama menghubungkan
diri dan mengemukakan usahanya menurut caranya masing-masing dengan
mengemukakan kebudayaan sendiri, tetapi bagi mencapai kemerdekaan
Indonesia, haruslah dengan kekuatan bersama. Demikian Bung Karno dari
PNI. Setelah pimpinan mengucapkan terima kasih kepada pembicara dan
hadirin maka rapat umum ditutup



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !