Headlines News :
Home » » Bung Karno Dalam Kongres Partai Syarikat Islam Hindia Timur

Bung Karno Dalam Kongres Partai Syarikat Islam Hindia Timur

Written By SYARIKAT ISLAM INDONESIA KAB.SUKABUMI on Jumat, 06 Desember 2013 | 14.20

Kongres Partai Syarikat Islam Hindia Timur ke XIV telah dilangsungkan di pekalongan pada tanggal 27 September – 2 Oktobcr 1927. suatu kongres yang bersejarah. dimana, dalam kongres  tersebut Bung Karno ketika itu selaku Voorloping Hooldbestuur PNI (pemimpin sementara dari pengurus besar PNI) turut berpidato, baik dalam rapat kombinasi maupun dalam rapat umum yang diselenggarakan oleh kongres tersebut. Dalam rapat kombinasi yang diadakan pada malam Sabtu, 30 September 1927 yang dipimpin oleh AM. Sangaji, lelah berpidato Dr. Sukiman dan Bung Karno. Dr. Sukiman berbicara dalam bahasa Jawa, karena belum lancar dalam bahasa Indonesia yang kemudiaan diterjemahkan oleh HOS. Cokroaminoto, yang maksudnya menerangkan pentingnya persatuan bagi mengejar cita-cita dan dijelaskan bahwa dalam kongres hari tersebut telah diambil keputusan, bahwa Partai SI Hindia Timur senantiasa bersedia akan bekerjasama atas tiap-tiap perkara yang dapat semupakat atasnya untuk persatuan bagi mencari kemerdekaan nasional.
Bung Karno yang bertindak atas nama voorloping Hooldbesluur PM yang berpusat di Bandung mengucapkan terima kasih atas undangan partai SI Hindia Timur dalam kongres ini, dan menyatakan bahwa hal ini dianggap sebagai satu bukti dan alamat tercapainya persatuan yang dikehendaki itu. Diterangkannya bahwa PNI baru saja lahir, dengan mempunyai maksud bagi menuntut kemerdekaan tanah air dan bangsanya, yang selama ini masih didalam genggaman bangsa asing. Diterangkan pembicara tentang sikapnya perss putih terhadap penggerakan rakyat dan berdirinya blank front menurut usulnya zentgraal. Tetapi sungguhpun blank front (barisan putih) ini sangat ditonjolkan, tetapi usul ini banyak ditolak oleh teman sejawatnya sendiri. Apakah yang menjadi sebab bagi penolakan ini hanya dua perkara kata pembicara, yang menjadi alasan yaitu:
1)      Boleh jadi mereka hendak mencari persatuan dengan kita
2)      Boleh jadi juga karena mereka takut kalau kita nanti mendirikan bruin front (barisan sewa matang).
            Adapun alasan yang pertama itu mustahil, sebab keperluan kita bertentangan dengan keperluan mereka, tetapi nyata bahwa alasan kedua itu boleh dibenarkan, sebab apabila terjadi kita mengadakan bruin front itu sangatlah menakutkan mereka. Oleh sebab itu perlu sekali kita membikin persatuan itu. Pembicara melahirkan rasa syukurnya bahwa partai SI Hindia Timur sudah melahirkan kesanggupannya bekerja bersama-sama. Diterangkan bahwa menurut ideal adalah tidak perlu banyak partai tetapi berjenis-jenisnya keadaan pergaulan hidup (susunan masyarakat kita) itulah yang memaksa menimbulkan banyak partai. Terlebih lagi melihat hal perikehidupan bangsa kita, sebagian besar bersandar kepada perburuhan. Didalam suatu negeri dimana rakyatnya banyak direndahkan sudah tentu banyak pula menimbulkan perserikatan yang berhaluan nasional. Tetapi segala hal ihwal yang perlu dapat dikerjakan dengan satu jalan yang teratur, perlu sekali kita mesti mengadakan satu federasi PNI. Tidak menghendaki persatuan unifikasi, tetapi menghendaki; federasi. Federasi ini terjadi daripada partai-partai politik pihak rakyat, dengan mempunyai satu raad, van advies (dewan pertimbangan) yang didalamnya duduk sekalian wakil dari pada partai-partai itu. Satu-satunya partai hanya boleh mempunyai wakil paling banyak tiga orang. Federasi ini tidak mengikat dan menyempitkan kemerdekaan partai-partai yang masuk didalamnya bagi melakukan pekerjaannya menurut asasnya sendiri-sendiri. Hanyalah putusan dalam federasi itu diambil dengan suara bulat, artinya apabila ada diantara yang bersidang dalam pertimbangan itu tidak menyetujui sesuatu putusan, maka tidaklah dianggap putusan. Hal ini sangat perlu untuk menjaga persatuan dan menjauhi percekcokan dan perpecahan diantara partai-partai.
Demikian juga dengan adanya federasi yang dikepalai oleh Dewan Pertimbangan, menjadi pula satu kesempatan akan sering terjadinya pertemuan diantara pemuka-pemuka partai kita. Kembali kepada cara putusan federasi itu, pembicara menegaskan bahwa putusan itu tidak memakai stem-steman, sebab diantara yang tidak setuju itu walaupun, kecil bisa juga menjadi sebabnya perpecahan. Dan belum juga boleh dipastikan yang banyak stemnya itu beroleh kebenaran lebih dari pada yang suaranya sedikit. Lalu diterangkan oleh pembicara contoh-contoh di Unisoviet, Perancis, Turki dan lain-lain lagi tentang kemenangan partai minderheid. Setelah diuraikan dengan panjang lebar tentang maksud federasi tersebut, pembicara menutup pidatonya dengan seruan mengajak kepada persatuan. Sehabis mengucapkan terimakasihnya lantas pimpinan memberikan kesempatan kepada yang hadir untuk melahirkan pertimbangannya, dalam kesempatan ini, telah berbicara saudara Suryopranoto dan Haji Agus Salim. Selanjutnya pimpinan menerangkan bahwa untuk mengatur caranya dan rencana federasi itu kongres telah menetapkan komisaris partai SI Hindia Timur Dr. Sukiman buat berusaha bersama-sama dengan saudara Ir. Sukarno untuk mencari perhubungan yang lebih jauh supaya lekas tercapai. Sidang kombinasi ditutup pukul 23.00 dengan selamat.
Sidang kombinasi hari Sabtu tanggal 2 Oktober 1927 bertempat di gedung bioskop Orion/Park dipimpin oleh sudara AM.Sangaji. Terlebih dahulu pimpinan mempersiapkan Haji Agus Salim menguraikan sikap partai SI Hindia Timur terhadap liga melawan imperialisme dan untuk mencapai kemerdekaan nasional. Kemudian pimpinan mempersilahkan Bung Karno dari PNI dimana pembicara melahirkan kemufakatannya atas sikap partai SI Hindia Timur terhadap liga tersebut. Beliau menerangkan bahwa kekuatan itu hanya kawan sejalan saja, sehingga perhubungan kita keluar lidak berarti menggantungkan diri atau merasa lemah. Diterangkan oleh pembicara bahwa PNI selain mempunyai anggota bangsa Indonesia, tetapi juga membuka pintu kepada bangsa Asia buat menjadi anggota luar biasa. Hal ini maksudnya sekalipun akhirnya berlainan tetapi menjadi kawan sejalan.
Akhirnya pembicara mengusulkan supaya soal liga itu baiknya dikuasakan kepada perhimpunan indonsia atau kepada mahasiswa Indonesia yang ada di Belanda buat menyelidiki tetapi kekuasaan ini hendaklah atas nama semua pergerakan kita. Demikian ringkasnya pembicaraan Bung Karno dari PNI. Pimpinan menjelaskah bahwa usul dari PNI untuk mengadakan penyelidikan mengenahi liga itu akan dibicarakan nanti dalam sidang tertutup; Selanjutnya pimpinan mempersilahkan saudara Suryopranoto untuk menerangkan tentang departemen pergerakan buruh sedang saudara Noto Ninditi menerangakan tentang perniagaan dan Kamer van Koophandel. Setelah pembicara-pembicara tersebut lantas pimpinan mempersilakan ketua HOS Cokroaminoto untuk melahirkan pandangannya tentang:
1.      Ekonomi dan Nasional-Vrijheid
Pembicara menjelaskan bahwa soal ekonomi itu adalah satu dari pada anasir bagi mengusahakan langkah mencapai nationale frijheid. Oleh karenanya maka ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kemerdekaan bangsa, mesti diperhatikan dan diusahakan benar-benar soal ekonomi bangsa kita, supaya kalau sampai pada saatnya kita menerima kewajiban besar atas Indonesia ini janganlah kita menerimanya sebagai perusahaan yang sudah bangkrut.
2.      Harus dibangkitkan perasaan Nasional
Pembicara mengemukakan pikirannya, bahwa perasaan nasional itu harus dibangkitkan diantara sebanyak-banyaknya orang yang merasa dirinya berbangsa Indonesia. Apabila perasaan yang demikian itu sudah bangkit dan bangun haruslah ia menjadi semangat nasional yang akhirnya mampu menyatakan kemauan nasional (nationawil). Usaha untuk membangkitkan, mendidik dan menyatakan kemauan nasional itu semuanya harus dilakukan oleh sekalian partai nasional yang harus masuk dalam permupakatan partai-partai nasional Indonesia, yang sudah dibicarakan dalam persidangan yang terdahulu, teristimewa sekali oleh pemimpin-pemimpin dan penganjur-penganjurnya. Alhasil segala pekerjaan tersebut itu ialah disebut Pergerakan Nasional apabila dijadikan terus menerus dalam organisasi yang teratur dengan baik-baik Insyaalloh dikemudian hari akan terjadilah permupakatan pemimpin-pemimpin yang akhimya akan mewujudkan persatuan pemimpin nasional yang tidak boleh tidak pasti akan menimbulkan barang seorang atau dua orang pahlawan nasional Indonesia, yang terpandang sebagai gambar atau wakilnya segenap pergerakan dengan segenap kaumnya yang mengikuti mereka, yaitu kaum naisonal Indonesia.
3.      Usaha menyatakan perasaan Nasional
Dari sebab kemajuan ekonomi rakyat Indonesia itu satu perkara yang tidak boleh dipisahkan dari pada kemerdekaan nasional yang harus dan yang akan kita capai kata pembicara, maka salah satu dari pada usaha menuju ke arah kenasionalan yang harus kita mulai dengan segeraya itu mempersatukan dan memperbaiki nasibnya pegawai dan kaum buroh, kaum dagang dan kaum tani bangsa Indonesia. Bagi menggerakkan pegawai dan kaum buruh, agar supaya bersatu dan bekerjasama unmk memperbaiki nasibnya, maka amat susahlah kejadiannya pergerakan yang serupa itu, Selama didalam undang-undang hukum pidana di Indonesia ini masih termaktub artikel 161 bis yang sangat terkenal itu. Kalau artikel ini masih tetap ada, itulah berarti terus menerus bertimbun-timbun adanya anasir-anasir yang menimbullan perbudakaan ekonomi (acohomische slavernij) di Indonesia. Oleh karenanya maka berbarengan dengan aksinya akan mempersatukan pegawai dan kaum buruh, pergerakan partai SI Hindia Timur, akan selalu berteriak menurut lekas dicabutnya artikel 161 bis. Sedangkan partai SI Hindia Timur dan pergerakan Nasional Indonesia harus melakukan juga segala usaha yang sudah boleh dilakukannya untuk memperbaiki nasibnya kaum pedagang dan kaum tani Indonesia. Satu dua daya upaya yang sekarang ini sudah pantas dan boleh dianjurkan oleh partai SI Hindia Timur yaitu seperti pada poin berikut ini.
4.      Mendirikan Majlis Perdagangan
Diterangkan oleh pembicara bahwa saudara Noto Nindito di Pekalongan, atas permintaan pihak SI sanggup dan bersedia akan memimpin suatu pergerakan bermaksud untuk mendirikan suatu Majlis Perdagangan yang harus memberi nasehat dan petunjuk jalan kepada kaum pedagang bangsa Indodnesia, untuk mendapat harga yang lebih murah dan membeli barang-barang dari luar negeri, memperbaiki perhubungan satu sama lain didalam negerinya, diantara bangsanya sendiri dan sebagainya. Pembicara melahirkan kegirangannya, bahwa pihak intelek bangsa kita ada sebagian yang sudah tidak mau menggunakan tenaganya bagi keperluan kapitalisme, tetapi mau menggunakan bagi kepentingan negara dan rakyatnya. Diterangkan bahwa dalam segala keperluan yang dikemukakan pihak partai SI Hindia Timur sanggup dan bersedia mempropagandakan dimana-mana dengan sekuat tenaganya.
5.      Kongres dan tentoonstelling perdagangan dan kerajinan Indonesia
Oleh pembicara diretangkan, bahwa sebagai daya upaya untuk membangkitkan perasaan nasional, maka pengharapan partai SI Hindia Timur ialah hendaknya dengan selekas-lekasnya diadakan kongres dan tentoonstelling perdagangan dan kerajinan Indonesia. Seharusnya kalau pergerakan yang menuju maksud ini dipimpin juga oleh badan yang sekarang akan didirikan dengan pemimpinnya saudara Dr. Noto Nindito. Dan sekalian partai Nasional Indonesia dengan anggota dan pemimpinnya harus membantu pergerakan ini, sedang partai SI dengan sekalian anggotanya dan pemimpinnya sanggup membantu dan menyokongnya dengan segala pikiran dan tenaga yang ada padanya. Adapun tentang pendirian seperti pada poin ini.
6.      Bank Nasional Indonesia
     Pembicara menerangkan bahwa kalau saudara-saudara muslim di Mesir, Turki dan India sudah sama        mendirikan Bank Nasional, maka bagi kita haruslah sekarang mulai memikirkan untuk dapat mendirikan Bank Nasional yang tidak sekali-kali bermaksud akan membangunkan atau memajukan kapitalisme diantara rakyat Indonesia, tetapi bermaksud memajukan perdagangan nasional Indonesia, dengan bersifat menolong kepada para pedagang kecil bangsa Indonesia, dan lebih jauh bermaksud juga akan menunjukkan kedermawanan kepada kaum miskin Indonesia. Pembicara sanggup mengarangkan asas-asas Bank nasional Indonesia yang serupa itu, bukan yang bersangkutan dengan soal tekniknya, tetapi hanya melulu yang bersangkutan dengan hukum syara’ Islam belaka.
     Dengan sedapat-dapatnya karangan tersebut akan dimintakan fatwa kepada kongres ulama yang akan bersidang di Yogyakarta pada bulan Desember atau Januari di muka ini. Dan kalau rencana itu dibenarkan oleh majlis ulama tersebut, maka cita-cita itu akan terus disiarkan lebih jauh dan lebih luas sedang kalau tidak dibenarkan tidaklah akan diteruskannya. Pembicara mengharapkan uraian ini bisa mendapat perhatian dari segenap bangsa kita di seluruh Indonesia. Demikian ketua Cokroaminoto. Kemudian Bung Karno juga turut mengucapkan sukur atas keinsafan kaum intelek, tetapi sebutan intelek itu beliau tidak setuju, sebab akhinya hanya berguna buat membela barisannya saja. Diterangkan bahwa untuk membantu pekerjaan Kamer  van Koophandel dan sebagainya itu, dari pihak PNI menyediakan komisarisnya, yaitu saudara Dr. Syamsi, akan berusaha bersama-sama dengan saudara Dr. Noto Nindito. Demikian sambutan-sambutan Bung Karno.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

MUTIARA NASIHAT

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.(QS.Al-Imron : 104 )"

"Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Barang siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya) ; jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya (menasihatinya) ; dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju) , dan demikian itu adalah selemah-lemah iman”. [HR.Muslim ] "

(1)Demi masa (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (3 ) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran ( QS . Al-Ashr : 1- 3 ).

Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu 'anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” [HR.Muslim]

“Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri, di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.” (QS. Fathir: 32)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata : "Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : "Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya" ". [HR Tirmidzi, Ibnu Majah ]

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ( QS.Annahl : 125 )

DAFTAR ISI

 
Support : DPCSYARIKAT ISLAM INDONESIAKABUPATEN SUKABUMI
Diberdayakan Oleh Blogger
Copyright © 2013. SYARIKAT ISLAM INDONESIA KAB.SUKABUMI - All Rights Reserved