Kongres Partai Syarikat Islam Hindia Timur
ke XIV telah dilangsungkan di pekalongan pada tanggal 27 September – 2
Oktobcr 1927. suatu kongres yang bersejarah. dimana, dalam kongres
tersebut Bung Karno ketika itu selaku Voorloping Hooldbestuur PNI
(pemimpin sementara dari pengurus besar PNI) turut berpidato, baik dalam
rapat kombinasi maupun dalam rapat umum yang diselenggarakan oleh
kongres tersebut. Dalam rapat kombinasi yang diadakan pada malam Sabtu,
30 September 1927 yang dipimpin oleh AM. Sangaji, lelah berpidato Dr.
Sukiman dan Bung Karno. Dr. Sukiman berbicara dalam bahasa Jawa, karena
belum lancar dalam bahasa Indonesia yang kemudiaan diterjemahkan oleh
HOS. Cokroaminoto, yang maksudnya menerangkan pentingnya persatuan bagi
mengejar cita-cita dan dijelaskan bahwa dalam kongres hari tersebut
telah diambil keputusan, bahwa Partai SI Hindia Timur senantiasa
bersedia akan bekerjasama atas tiap-tiap perkara yang dapat semupakat
atasnya untuk persatuan bagi mencari kemerdekaan nasional.
Bung
Karno yang bertindak atas nama voorloping Hooldbesluur PM yang berpusat
di Bandung mengucapkan terima kasih atas undangan partai SI Hindia
Timur dalam kongres ini, dan menyatakan bahwa hal ini dianggap sebagai
satu bukti dan alamat tercapainya persatuan yang dikehendaki itu.
Diterangkannya bahwa PNI baru saja lahir, dengan mempunyai maksud bagi
menuntut kemerdekaan tanah air dan bangsanya, yang selama ini masih
didalam genggaman bangsa asing. Diterangkan pembicara tentang sikapnya
perss putih terhadap penggerakan rakyat dan berdirinya blank front
menurut usulnya zentgraal. Tetapi sungguhpun blank front (barisan putih)
ini sangat ditonjolkan, tetapi usul ini banyak ditolak oleh teman
sejawatnya sendiri. Apakah yang menjadi sebab bagi penolakan ini hanya
dua perkara kata pembicara, yang menjadi alasan yaitu:
1) Boleh jadi mereka hendak mencari persatuan dengan kita
2) Boleh jadi juga karena mereka takut kalau kita nanti mendirikan bruin front (barisan sewa matang).
Adapun alasan yang pertama itu mustahil, sebab keperluan kita
bertentangan dengan keperluan mereka, tetapi nyata bahwa alasan kedua
itu boleh dibenarkan, sebab apabila terjadi kita mengadakan bruin front
itu sangatlah menakutkan mereka. Oleh sebab itu perlu sekali kita
membikin persatuan itu. Pembicara melahirkan rasa syukurnya bahwa partai
SI Hindia Timur sudah melahirkan kesanggupannya bekerja bersama-sama.
Diterangkan bahwa menurut ideal adalah tidak perlu banyak partai tetapi
berjenis-jenisnya keadaan pergaulan hidup (susunan masyarakat kita)
itulah yang memaksa menimbulkan banyak partai. Terlebih lagi melihat hal
perikehidupan bangsa kita, sebagian besar bersandar kepada perburuhan.
Didalam suatu negeri dimana rakyatnya banyak direndahkan sudah tentu
banyak pula menimbulkan perserikatan yang berhaluan nasional. Tetapi
segala hal ihwal yang perlu dapat dikerjakan dengan satu jalan yang
teratur, perlu sekali kita mesti mengadakan satu federasi PNI. Tidak
menghendaki persatuan unifikasi, tetapi menghendaki; federasi. Federasi
ini terjadi daripada partai-partai politik pihak rakyat, dengan
mempunyai satu raad, van advies (dewan pertimbangan) yang didalamnya
duduk sekalian wakil dari pada partai-partai itu. Satu-satunya partai
hanya boleh mempunyai wakil paling banyak tiga orang. Federasi ini tidak
mengikat dan menyempitkan kemerdekaan partai-partai yang masuk
didalamnya bagi melakukan pekerjaannya menurut asasnya sendiri-sendiri.
Hanyalah putusan dalam federasi itu diambil dengan suara bulat, artinya
apabila ada diantara yang bersidang dalam pertimbangan itu tidak
menyetujui sesuatu putusan, maka tidaklah dianggap putusan. Hal ini
sangat perlu untuk menjaga persatuan dan menjauhi percekcokan dan
perpecahan diantara partai-partai.
Demikian
juga dengan adanya federasi yang dikepalai oleh Dewan Pertimbangan,
menjadi pula satu kesempatan akan sering terjadinya pertemuan diantara
pemuka-pemuka partai kita. Kembali kepada cara putusan federasi itu,
pembicara menegaskan bahwa putusan itu tidak memakai stem-steman, sebab
diantara yang tidak setuju itu walaupun, kecil bisa juga menjadi
sebabnya perpecahan. Dan belum juga boleh dipastikan yang banyak stemnya
itu beroleh kebenaran lebih dari pada yang suaranya sedikit. Lalu
diterangkan oleh pembicara contoh-contoh di Unisoviet, Perancis, Turki
dan lain-lain lagi tentang kemenangan partai minderheid. Setelah
diuraikan dengan panjang lebar tentang maksud federasi tersebut,
pembicara menutup pidatonya dengan seruan mengajak kepada persatuan.
Sehabis mengucapkan terimakasihnya lantas pimpinan memberikan kesempatan
kepada yang hadir untuk melahirkan pertimbangannya, dalam kesempatan
ini, telah berbicara saudara Suryopranoto dan Haji Agus Salim.
Selanjutnya pimpinan menerangkan bahwa untuk mengatur caranya dan
rencana federasi itu kongres telah menetapkan komisaris partai SI Hindia
Timur Dr. Sukiman buat berusaha bersama-sama dengan saudara Ir. Sukarno
untuk mencari perhubungan yang lebih jauh supaya lekas tercapai. Sidang
kombinasi ditutup pukul 23.00 dengan selamat.
Sidang
kombinasi hari Sabtu tanggal 2 Oktober 1927 bertempat di gedung bioskop
Orion/Park dipimpin oleh sudara AM.Sangaji. Terlebih dahulu pimpinan
mempersiapkan Haji Agus Salim menguraikan sikap partai SI Hindia Timur
terhadap liga melawan imperialisme dan untuk mencapai kemerdekaan
nasional. Kemudian pimpinan mempersilahkan Bung Karno dari PNI dimana
pembicara melahirkan kemufakatannya atas sikap partai SI Hindia Timur
terhadap liga tersebut. Beliau menerangkan bahwa kekuatan itu hanya
kawan sejalan saja, sehingga perhubungan kita keluar lidak berarti
menggantungkan diri atau merasa lemah. Diterangkan oleh pembicara bahwa
PNI selain mempunyai anggota bangsa Indonesia, tetapi juga membuka pintu
kepada bangsa Asia buat menjadi anggota luar biasa. Hal ini maksudnya
sekalipun akhirnya berlainan tetapi menjadi kawan sejalan.
Akhirnya
pembicara mengusulkan supaya soal liga itu baiknya dikuasakan kepada
perhimpunan indonsia atau kepada mahasiswa Indonesia yang ada di Belanda
buat menyelidiki tetapi kekuasaan ini hendaklah atas nama semua
pergerakan kita. Demikian ringkasnya pembicaraan Bung Karno dari PNI.
Pimpinan menjelaskah bahwa usul dari PNI untuk mengadakan penyelidikan
mengenahi liga itu akan dibicarakan nanti dalam sidang tertutup;
Selanjutnya pimpinan mempersilahkan saudara Suryopranoto untuk
menerangkan tentang departemen pergerakan buruh sedang saudara Noto
Ninditi menerangakan tentang perniagaan dan Kamer van Koophandel.
Setelah pembicara-pembicara tersebut lantas pimpinan mempersilakan ketua
HOS Cokroaminoto untuk melahirkan pandangannya tentang:
1. Ekonomi dan Nasional-Vrijheid
Pembicara
menjelaskan bahwa soal ekonomi itu adalah satu dari pada anasir bagi
mengusahakan langkah mencapai nationale frijheid. Oleh karenanya maka
ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kemerdekaan bangsa, mesti
diperhatikan dan diusahakan benar-benar soal ekonomi bangsa kita, supaya
kalau sampai pada saatnya kita menerima kewajiban besar atas Indonesia
ini janganlah kita menerimanya sebagai perusahaan yang sudah bangkrut.
2. Harus dibangkitkan perasaan Nasional
Pembicara
mengemukakan pikirannya, bahwa perasaan nasional itu harus dibangkitkan
diantara sebanyak-banyaknya orang yang merasa dirinya berbangsa
Indonesia. Apabila perasaan yang demikian itu sudah bangkit dan bangun
haruslah ia menjadi semangat nasional yang akhirnya mampu menyatakan kemauan nasional
(nationawil). Usaha untuk membangkitkan, mendidik dan menyatakan
kemauan nasional itu semuanya harus dilakukan oleh sekalian partai
nasional yang harus masuk dalam permupakatan partai-partai nasional
Indonesia, yang sudah dibicarakan dalam persidangan yang terdahulu,
teristimewa sekali oleh pemimpin-pemimpin dan penganjur-penganjurnya.
Alhasil segala pekerjaan tersebut itu ialah disebut Pergerakan Nasional
apabila dijadikan terus menerus dalam organisasi yang teratur dengan
baik-baik Insyaalloh dikemudian hari akan terjadilah permupakatan
pemimpin-pemimpin yang akhimya akan mewujudkan persatuan pemimpin
nasional yang tidak boleh tidak pasti akan menimbulkan barang seorang
atau dua orang pahlawan nasional Indonesia, yang terpandang sebagai
gambar atau wakilnya segenap pergerakan dengan segenap kaumnya yang
mengikuti mereka, yaitu kaum naisonal Indonesia.
3. Usaha menyatakan perasaan Nasional
Dari
sebab kemajuan ekonomi rakyat Indonesia itu satu perkara yang tidak
boleh dipisahkan dari pada kemerdekaan nasional yang harus dan yang akan
kita capai kata pembicara, maka salah satu dari pada usaha menuju ke
arah kenasionalan yang harus kita mulai dengan segeraya itu
mempersatukan dan memperbaiki nasibnya pegawai dan kaum buroh, kaum
dagang dan kaum tani bangsa Indonesia. Bagi menggerakkan pegawai dan
kaum buruh, agar supaya bersatu dan bekerjasama unmk memperbaiki
nasibnya, maka amat susahlah kejadiannya pergerakan yang serupa itu,
Selama didalam undang-undang hukum pidana di Indonesia ini masih
termaktub artikel 161 bis yang sangat terkenal itu. Kalau artikel ini
masih tetap ada, itulah berarti terus menerus bertimbun-timbun adanya
anasir-anasir yang menimbullan perbudakaan ekonomi (acohomische
slavernij) di Indonesia. Oleh karenanya maka berbarengan dengan aksinya
akan mempersatukan pegawai dan kaum buruh, pergerakan partai SI Hindia
Timur, akan selalu berteriak menurut lekas dicabutnya artikel 161 bis.
Sedangkan partai SI Hindia Timur dan pergerakan Nasional Indonesia harus
melakukan juga segala usaha yang sudah boleh dilakukannya untuk
memperbaiki nasibnya kaum pedagang dan kaum tani Indonesia. Satu dua
daya upaya yang sekarang ini sudah pantas dan boleh dianjurkan oleh
partai SI Hindia Timur yaitu seperti pada poin berikut ini.
4. Mendirikan Majlis Perdagangan
Diterangkan
oleh pembicara bahwa saudara Noto Nindito di Pekalongan, atas
permintaan pihak SI sanggup dan bersedia akan memimpin suatu pergerakan
bermaksud untuk mendirikan suatu Majlis Perdagangan yang harus memberi
nasehat dan petunjuk jalan kepada kaum pedagang bangsa Indodnesia, untuk
mendapat harga yang lebih murah dan membeli barang-barang dari luar
negeri, memperbaiki perhubungan satu sama lain didalam negerinya,
diantara bangsanya sendiri dan sebagainya. Pembicara melahirkan
kegirangannya, bahwa pihak intelek bangsa kita ada sebagian yang sudah
tidak mau menggunakan tenaganya bagi keperluan kapitalisme, tetapi mau
menggunakan bagi kepentingan negara dan rakyatnya. Diterangkan bahwa
dalam segala keperluan yang dikemukakan pihak partai SI Hindia Timur
sanggup dan bersedia mempropagandakan dimana-mana dengan sekuat
tenaganya.
5. Kongres dan tentoonstelling perdagangan dan kerajinan Indonesia
Oleh
pembicara diretangkan, bahwa sebagai daya upaya untuk membangkitkan
perasaan nasional, maka pengharapan partai SI Hindia Timur ialah
hendaknya dengan selekas-lekasnya diadakan kongres dan tentoonstelling
perdagangan dan kerajinan Indonesia. Seharusnya kalau pergerakan yang
menuju maksud ini dipimpin juga oleh badan yang sekarang akan didirikan
dengan pemimpinnya saudara Dr. Noto Nindito. Dan sekalian partai
Nasional Indonesia dengan anggota dan pemimpinnya harus membantu
pergerakan ini, sedang partai SI dengan sekalian anggotanya dan
pemimpinnya sanggup membantu dan menyokongnya dengan segala pikiran dan
tenaga yang ada padanya. Adapun tentang pendirian seperti pada poin ini.
6. Bank Nasional Indonesia
Pembicara menerangkan bahwa kalau saudara-saudara muslim di Mesir,
Turki dan India sudah sama mendirikan Bank Nasional, maka bagi
kita haruslah sekarang mulai memikirkan untuk dapat mendirikan Bank
Nasional yang tidak sekali-kali bermaksud akan membangunkan atau
memajukan kapitalisme diantara rakyat Indonesia, tetapi bermaksud
memajukan perdagangan nasional Indonesia, dengan bersifat menolong
kepada para pedagang kecil bangsa Indonesia, dan lebih jauh bermaksud
juga akan menunjukkan kedermawanan kepada kaum miskin Indonesia.
Pembicara sanggup mengarangkan asas-asas Bank nasional Indonesia yang
serupa itu, bukan yang bersangkutan dengan soal tekniknya, tetapi hanya
melulu yang bersangkutan dengan hukum syara’ Islam belaka.
Dengan sedapat-dapatnya karangan tersebut akan dimintakan fatwa kepada
kongres ulama yang akan bersidang di Yogyakarta pada bulan Desember atau
Januari di muka ini. Dan kalau rencana itu dibenarkan oleh majlis ulama
tersebut, maka cita-cita itu akan terus disiarkan lebih jauh dan lebih
luas sedang kalau tidak dibenarkan tidaklah akan diteruskannya.
Pembicara mengharapkan uraian ini bisa mendapat perhatian dari segenap
bangsa kita di seluruh Indonesia. Demikian ketua Cokroaminoto. Kemudian
Bung Karno juga turut mengucapkan sukur atas keinsafan kaum intelek,
tetapi sebutan intelek itu beliau tidak setuju, sebab akhinya hanya
berguna buat membela barisannya saja. Diterangkan bahwa untuk membantu
pekerjaan Kamer van Koophandel dan sebagainya itu, dari pihak PNI
menyediakan komisarisnya, yaitu saudara Dr. Syamsi, akan berusaha
bersama-sama dengan saudara Dr. Noto Nindito. Demikian sambutan-sambutan
Bung Karno.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !