Headlines News :
Home » » Penyusunan Tafsir Program Azas dan Program Tanzhim.

Penyusunan Tafsir Program Azas dan Program Tanzhim.

Written By SYARIKAT ISLAM INDONESIA KAB.SUKABUMI on Sabtu, 07 Desember 2013 | 10.00

Tahun 1931 PSII mengadakan kongresnya di Surabaya antara lain, dibicarakan soal swadesi dan keputusan tentang penyusunan tentang tafsir program asas dan program tanzhim partai yang diserahkan penyusunannya kepada ketua HOS Cokroaminoto. Tafsir program asas dan program tanzhim tersebut selesai disusun di Bogor tanggal 26 Oktober 1931 dan dalam kata pendahuluannya dinyatakan oleh ketua HOS Cokroaminoto, sebagai berikut: “Oleh karena sekalian anggota partai kita, terutama sekali pemimpin-pemimpinnya, harus mengerti betul apa-apa yang telah ditetapkan dan dinyatakan didalam program asas dan program’ tanzhim kita, agar pengertiannya itu menimbulkan keyakinan yang benar didalam hatinya masing-masing, menimbulkan keyakinan dan budi pekerti yang sama dalam partainya, dan keyakinan dan budi pekerti yang- sama dalam partainya atau dalam mempropagandakan keluar,maka dengan senang hati kami cukupi perintahnya kongres partai pada tahun 1931 di Surabaya buat mengarangkan tafsir (keterangan) seperti berikut, yang-”kami karangkan seberapa boleh dengan sesingkat-singkatnya dan sekarang kami sajikan kepada majlis tahkim (kongres partai) dan lebih jauh kami serahkan kepada sekalian ke saudara kaum Partai Syarikat Islam Indonesia jua adanya”.
Kecuali dalam kata pendahuluan juga dalam tafsir program asas tersebut dicantumkan sebuah uraian mengenahi peringatan mnum tentang Al-Quran tentang kelengkapan dan kesempurnaan dari kitab suci Al-Quran. Program asas PSII disusun dalam enam (6) tingkat perjuangan yaitu:
1.                  Persatuan umat
2.                  Kemerdekaan umat
3.                  Sifat pemerintahan
4.                  Penghidupan Ekonomi
5.                  Keadaan dan derajat manusia
6.                  Kemerdekaan sejati.
Adapun program tanzhim partai tentang perlawanan dan sandaran gerak perlawanan terdiri dari tiga pokok yaitu :
1)              Bersandar kepada sebersih-bersih tauhid
2)              Bersandar kepada ilmu (wetenschap)
3)        Bersandar kepada siasah (politik) yang berkenaan dengan bangsa dan negeri tumpah darah sendiri, dan politik menuju maksud akan mencapai persatuan atau perhubungan dengan umat Islam di lain negeri (pan islamisme).
Mengenai sikap Partai Syarikat Islam Indonesia terhadap kapitalisme dan imperialisme itu sebenarnya sejak tahun 1917 telah tegas dinyatakan bahwa PSII senantiasa berjuang melawan segala tindakan kapitalisme yang terkutuk (berdosa) itu. Rumusan tersebut telah disempurnakan lagi dalam kongres tahun 1921 di Yogyakarta, seperti dimuka telah dijelaskan dalam bagian penyempurnaan asas dan tujuan Syarikat Islam Indonesia. Dan sikap PSII terhadap kapitalisme dan imperialisme diterangkan dalam tafsir program asas tersebut, bahwa kaum Partai Syarikat Islam Indonesia sadar dengan sepenuh kesadaran merasa wajib memerangi kapitalisme mulai dari benihnya sampai ke akar-akarnya.
Untuk lebih jelas mengenahi soal tersebut dibawah ini kami kutipkan bunyi program asas mengenai Bab (4) penghidupan ekonomi, antara lain bahwa: Riwayatnya negeri tumpah darah kita Indonesia menunjukkan bahwa yang menjadi pokok pangkalnya bangsa Belanda, datang kemari sampai akhirnya berkuasa dan memerintah di negeri tumpah darah kita ini, ialah geraknya golongan penarik kekayaan (kapitalis) dalam bangsa itu yang tambah lama mendapat keuntungan tambah besar dari pada hasil tanah ini. Kejahatan kapitalisme yang merajalela dengan sepenuh tenaga dan kekuatan dinegeri tumpah darah kita, ternyata telah menjadikan sebab bangsa kita hilang kemerdekaannya. Jatuh dalam kenistaan perhambaan kebangsaan dan kenistaan perhambaan pencaharian. Teristimewa sekali dengan mengingat hal-hal yang menjadikan sebab kematian kebangsaan dan kesengsaraan hidupnya hampir segenap rakyat kita ini, maka kaum Partai Syarikat Islam Indonesia sadar dengan penuh kesadaran merasa wajib memerangi kapitalisme mulai dari benihnya sampai akar-akarnya, oleh karena kapitalisme bukan saja suatu kejahatan dalam pandangan manusia, akan tetapi oleh Alloh diancam juga dengan siksa dunia dan siksa yang lebih pedih lagi di akherat, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran surah Al-Baqoroh: 275 sebagai berikut: Mereka yang menelan riba tidaklah akan berbangkit melainkan seperti bangkitnya seorang yang direbahkan oleh syaetan dengan tempilinganya ,.. Lagi dalam surah Al-Baqoroh : 278 – 279 sebagai berikut: Hai kamu yang beriman! Takutlah kepada Alloh dan hapuskanlah apa-apa yang tersisa dari riba, kalau memang kamu orang-orang yang beriman, tetapi kalau kamu tidak berbuat yang demikian itu, maka terimalah kamu tantangan perang dari Alloh dan utusan-Nya:
Demikian antara lain mengenahi-sikap partai terhadap kapitalisme. Agar kaum PSII mendapat pengertian sekedarnya tentang kapitalisme dan kecerdasannya didalam setengah abad akhir-akhir ini, maka didalam bab penghidupan -ekonomi dari tafsir program asas itu dikutipkan pula Erfurter/program, yang ditetapkan oleh sosialistische partai di negeri Jerman tahun 1891, dan juga dikutipkan pendapat Rosa Luxemburg dalam karanganya De Akkumulation Desa Kapitalis yang diterbitkan tahun 1913 demikian sekedar catatan mengenahi tafsir program asas-dan program tanzhim PSII. Dalam tahun 1931 itu kecuali dilangsungkan kongres PSII juga diadakan kongres Al-lslam yang tempatnya di Surabaya pula. Dalam Al-Islam tersebut antara lain dinyatakan protes sekeras-kerasnya terhadap penghinaan atas diri Nabi Muhammad, saw. yang ditulis dalam majalah Koa Kiao. Selain dari itu juga dibicarakan kejadian-kejadian yarig menimpa kaum muslimin di Tripoli yang menderita kekejaman penjajah Itali, sehingga segenap kaum muslimin Indonesia menunjukkan kemarahannya, dengan menjalankan aksi baikot Itali, antara lain dengan membakar terbus merah dan mobil fiat buatan Itali.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

MUTIARA NASIHAT

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.(QS.Al-Imron : 104 )"

"Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Barang siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya) ; jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya (menasihatinya) ; dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju) , dan demikian itu adalah selemah-lemah iman”. [HR.Muslim ] "

(1)Demi masa (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (3 ) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran ( QS . Al-Ashr : 1- 3 ).

Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu 'anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” [HR.Muslim]

“Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri, di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.” (QS. Fathir: 32)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata : "Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : "Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya" ". [HR Tirmidzi, Ibnu Majah ]

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ( QS.Annahl : 125 )

DAFTAR ISI

 
Support : DPCSYARIKAT ISLAM INDONESIAKABUPATEN SUKABUMI
Diberdayakan Oleh Blogger
Copyright © 2013. SYARIKAT ISLAM INDONESIA KAB.SUKABUMI - All Rights Reserved