Tahun 1931 PSII
mengadakan kongresnya di Surabaya antara lain, dibicarakan soal swadesi
dan keputusan tentang penyusunan tentang tafsir program asas dan
program tanzhim partai yang diserahkan penyusunannya kepada ketua HOS
Cokroaminoto. Tafsir program asas dan program tanzhim tersebut selesai
disusun di Bogor tanggal 26 Oktober 1931 dan dalam kata pendahuluannya
dinyatakan oleh ketua HOS Cokroaminoto, sebagai berikut: “Oleh karena
sekalian anggota partai kita, terutama sekali pemimpin-pemimpinnya,
harus mengerti betul apa-apa yang telah ditetapkan dan dinyatakan
didalam program asas dan program’ tanzhim kita, agar pengertiannya itu
menimbulkan keyakinan yang benar didalam hatinya masing-masing,
menimbulkan keyakinan dan budi pekerti yang sama dalam partainya, dan
keyakinan dan budi pekerti yang- sama dalam partainya atau dalam
mempropagandakan keluar,maka dengan senang hati kami cukupi perintahnya
kongres partai pada tahun 1931 di Surabaya buat mengarangkan tafsir
(keterangan) seperti berikut, yang-”kami karangkan seberapa boleh dengan
sesingkat-singkatnya dan sekarang kami sajikan kepada majlis tahkim
(kongres partai) dan lebih jauh kami serahkan kepada sekalian ke saudara
kaum Partai Syarikat Islam Indonesia jua adanya”.
Kecuali
dalam kata pendahuluan juga dalam tafsir program asas tersebut
dicantumkan sebuah uraian mengenahi peringatan mnum tentang Al-Quran
tentang kelengkapan dan kesempurnaan dari kitab suci Al-Quran. Program
asas PSII disusun dalam enam (6) tingkat perjuangan yaitu:
1. Persatuan umat2. Kemerdekaan umat
3. Sifat pemerintahan
4. Penghidupan Ekonomi
5. Keadaan dan derajat manusia
6. Kemerdekaan sejati.
Adapun program tanzhim partai tentang perlawanan dan sandaran gerak perlawanan terdiri dari tiga pokok yaitu :
1) Bersandar kepada sebersih-bersih tauhid
2) Bersandar kepada ilmu (wetenschap)
3) Bersandar
kepada siasah (politik) yang berkenaan dengan bangsa dan negeri tumpah
darah sendiri, dan politik menuju maksud akan mencapai persatuan atau
perhubungan dengan umat Islam di lain negeri (pan islamisme).
Mengenai sikap Partai Syarikat Islam Indonesia
terhadap kapitalisme dan imperialisme itu sebenarnya sejak tahun 1917
telah tegas dinyatakan bahwa PSII senantiasa berjuang melawan segala
tindakan kapitalisme yang terkutuk (berdosa) itu. Rumusan tersebut telah
disempurnakan lagi dalam kongres tahun 1921 di Yogyakarta, seperti
dimuka telah dijelaskan dalam bagian penyempurnaan asas dan tujuan Syarikat Islam Indonesia.
Dan sikap PSII terhadap kapitalisme dan imperialisme diterangkan dalam
tafsir program asas tersebut, bahwa kaum Partai Syarikat Islam Indonesia
sadar dengan sepenuh kesadaran merasa wajib memerangi kapitalisme mulai
dari benihnya sampai ke akar-akarnya.
Untuk
lebih jelas mengenahi soal tersebut dibawah ini kami kutipkan bunyi
program asas mengenai Bab (4) penghidupan ekonomi, antara lain bahwa:
Riwayatnya negeri tumpah darah kita Indonesia menunjukkan bahwa yang
menjadi pokok pangkalnya bangsa Belanda, datang kemari sampai akhirnya
berkuasa dan memerintah di negeri tumpah darah kita ini, ialah geraknya
golongan penarik kekayaan (kapitalis) dalam bangsa itu yang tambah lama
mendapat keuntungan tambah besar dari pada hasil tanah ini. Kejahatan
kapitalisme yang merajalela dengan sepenuh tenaga dan kekuatan dinegeri
tumpah darah kita, ternyata telah menjadikan sebab bangsa kita hilang
kemerdekaannya. Jatuh dalam kenistaan perhambaan kebangsaan dan
kenistaan perhambaan pencaharian. Teristimewa sekali dengan mengingat
hal-hal yang menjadikan sebab kematian kebangsaan dan kesengsaraan
hidupnya hampir segenap rakyat kita ini, maka kaum Partai Syarikat Islam
Indonesia sadar dengan penuh kesadaran merasa wajib memerangi
kapitalisme mulai dari benihnya sampai akar-akarnya, oleh karena
kapitalisme bukan saja suatu kejahatan dalam pandangan manusia, akan
tetapi oleh Alloh diancam juga dengan siksa dunia dan siksa yang lebih
pedih lagi di akherat, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran surah
Al-Baqoroh: 275 sebagai berikut: Mereka yang menelan riba tidaklah
akan berbangkit melainkan seperti bangkitnya seorang yang direbahkan
oleh syaetan dengan tempilinganya ,.. Lagi dalam surah Al-Baqoroh : 278 – 279 sebagai berikut: Hai
kamu yang beriman! Takutlah kepada Alloh dan hapuskanlah apa-apa yang
tersisa dari riba, kalau memang kamu orang-orang yang beriman, tetapi
kalau kamu tidak berbuat yang demikian itu, maka terimalah kamu
tantangan perang dari Alloh dan utusan-Nya:
Demikian antara lain mengenahi-sikap partai terhadap kapitalisme. Agar kaum PSII
mendapat pengertian sekedarnya tentang kapitalisme dan kecerdasannya
didalam setengah abad akhir-akhir ini, maka didalam bab penghidupan
-ekonomi dari tafsir program asas itu dikutipkan pula Erfurter/program,
yang ditetapkan oleh sosialistische partai di negeri Jerman tahun 1891,
dan juga dikutipkan pendapat Rosa Luxemburg dalam karanganya De
Akkumulation Desa Kapitalis yang diterbitkan tahun 1913 demikian sekedar
catatan mengenahi tafsir program asas-dan program tanzhim PSII. Dalam
tahun 1931 itu kecuali dilangsungkan kongres PSII juga diadakan kongres
Al-lslam yang tempatnya di Surabaya pula. Dalam Al-Islam tersebut antara
lain dinyatakan protes sekeras-kerasnya terhadap penghinaan atas diri
Nabi Muhammad, saw. yang ditulis dalam majalah Koa Kiao. Selain
dari itu juga dibicarakan kejadian-kejadian yarig menimpa kaum muslimin
di Tripoli yang menderita kekejaman penjajah Itali, sehingga segenap
kaum muslimin Indonesia menunjukkan kemarahannya, dengan menjalankan
aksi baikot Itali, antara lain dengan membakar terbus merah dan mobil
fiat buatan Itali.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !