Headlines News :

Cultur dan Adat Islam

Written By SYARIKAT ISLAM INDONESIA KAB.SUKABUMI on Sabtu, 07 Desember 2013 | 10.08

Kongres PSII ke 19 berlangsung di Jakarta dari tanggal 9 hingga 12 Maret 1933, dalam kongres dibicarakan perselisihan dengan Dr. Sukiman Cs hingga jatuhnya keputusan royemen atas dirinya Dr. Sukiman Cs, yang kemudian mengakibatkan berdirinya Partai baru ialah Partai Islam Indonesia (PARII) di Yogyakarta dan Lajnah Markaziyah Partai Syarikat Islam (LM PARSI). Di Makasar (kedua partai tersebut dalam tahun 1937 menggabungkan diri kembali ke dalam PSII). Juga dalam kongres tersebut diputuskan sikap hijrah yang berarti tidak mencampurkan diri ke dalam raad-raad mulai desa raad sampai kepada Tweede Kamer. Selain dari itu dalam kongres tersebut ketua HOS Cokroaminoto menyampaikan prasarannya tentang Cultur dan Adat Islam, dimana dijelaskan mengenahi tanda-tanda hidupnya sesuatu umat dan tentang Gemeente Islam.
Dalam prasaran tersebut dinyatakan antara lain bahwa: Harus dan wajib atas kita memeliharakan cultur Islam kita dengan dasar-dasarnya yang sejati. berusaha menguatkan, memajukannya dan dengan sekuat tenaga dan pikirannya menyesuaikannya dengan pikiran dan cita-cita yang modern sesuai dengan zamannya.
Selanjutnya ditegaskan dalam prasaran tersebut antara lain seperti ini: Tetapi itupun harus kita tuntunjukkan empat perkara atau pendirian yang benar, yang benarnya tidak kurang dari pada benarnya axioma (patokan kaidah) dalam ilmu ukur (nieetkunde, handasat) seperti:
1)      Tidak ada satu cultur yang bisa hidup terus atau mengalami tiap-tiap zaman yang akan datang kalau cultur itu bertentangan dengan hukum-hukumnya penghidnpan dan kemajuan, dan bertentangan dengan akal manusia yang memeluknya.
2)      Tidak ada satu cultur yang bisa hidup terus atau mengalami tiap-tiap zaman yang akan datang, kalau cultur itu tidak bekerja atau dikerjakan untuk pemeliharaannya dan penyiarannya.
3)      Tidak ada satu cultur yang bisa hidup terus atau mengalami tiap-tiap zaman yang akan datang didalam suatu kalangan dimana ia tidak mempunyai daya upaya yang cakap untuk menyatakan atau mempertunjukkan diri.
4)      Agar supaya bisa hidup terus atau mengalami tiap-tiap zaman yang akan datang, tiap-tiap cultur harus mempertunjukkan dirinya dalam rupa (form), upacara atau simbol (tanda pengenal) yang nyata. Demikian antara lain isi prasaran beliau sekitar soal cultur dan adat Islam.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

MUTIARA NASIHAT

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.(QS.Al-Imron : 104 )"

"Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Barang siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya) ; jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya (menasihatinya) ; dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju) , dan demikian itu adalah selemah-lemah iman”. [HR.Muslim ] "

(1)Demi masa (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (3 ) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran ( QS . Al-Ashr : 1- 3 ).

Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu 'anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” [HR.Muslim]

“Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri, di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.” (QS. Fathir: 32)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata : "Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : "Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya" ". [HR Tirmidzi, Ibnu Majah ]

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ( QS.Annahl : 125 )

DAFTAR ISI

 
Support : DPCSYARIKAT ISLAM INDONESIAKABUPATEN SUKABUMI
Diberdayakan Oleh Blogger
Copyright © 2013. SYARIKAT ISLAM INDONESIA KAB.SUKABUMI - All Rights Reserved