Kecuali
dalam kongres MAIHS yang diadakan di Bogor, juga dalam Kongres, Al
Islam ke VI yang diadakan di Surabaya pada bulan September 1926 kedua
Utusan dari Mu’tamar Alam Islamy menyampaikan laporannya kepada segenap
umat Islam Indonesia. Dalam laporannya kedua utusan menyampaikan maksud
dan tujuan dari mu’tamar tersebut. Selanjutnya, dalam Kongres SI yang
diadakan dalam bulan Januari 1927 di Pekalongan telah diperkuat,
terbentuknya MAIHS dan turut memperkuat segala keputusan-keputusannya.
Dalam Kongres tersebut dibicarakan adanya Majelis Uama, tentang
perhubungan partai dengan liga melawan Imperialisme dan kapitalisme, dan
tentang program untuk mencapai Nasionale Vrijheid (Kemerdekaan
Nasional). Berhubung masih selalu adanya, fitnah dan cemburu terhadap
PSII maka dalam rapat umum Kongres tersebut ketua HOS Cokroaminoto
menyatakan antara lain sebagai berikut : Adanya pihak-pihak yang
selalu cemburu terbadap PSII Hindia Timur, sehingga beberapa orang
anggota partai mendapat kesusahan, maka perbuatan yang demikian itu
adalah sangat menyakitkan hati rakyat. Tidak usah banyak rewel, kalau
ada anggota atau pimpinan partai SI Hindia timur yang memang sudah
terang selamanya.
Demikian
ketua HOS Cokroaminoto dalam penegasannya. Selanjutnya untuk menghadiri
Mu’tamar Alam Islamya ke 2 Partai SI Hindia Timur mengirmkan seorang
utusan yaitu Haji Agus Salim. Sekembalinya, H. Agus Salim dari Mekah
menyampaikan laporannya, bahwa mu’tamar tersebut telah dibubarkan.
Sebagai gantinya telah dibentuk suatu badan baru yang diberi nama
JAMI’AT ANSARUL HARAMAIN (Perhimpunan Penolong Kedua Tanah Suci) yaitu
Mekkah-Madinah. Yang dapat dipergunakan sebagai langkah pertama untuk
mempersatukan umat Islam sedunia.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !