Demikian disampaikan Muhtadin Sabilly, Ketua Umum PB Pemuda Muslim.
“Secara pararel kita menunggu langkah hukum yang dilakukan oleh timses Prabowo – Hatta Rajasa,” ungkapnya.
“Secara pararel kita menunggu langkah hukum yang dilakukan oleh timses Prabowo – Hatta Rajasa,” ungkapnya.
Namun demikian sambungnya, jika secara
hukum ketetapan tidak berubah Pemuda Muslimin Indonesia siap untuk
menjadi kontrol sosial dan politik dalam kehidupan bangsa dan negara
kedepan.
“Kita berharap struktur koalisi yang
telah terbangun kedua kubu agar tetap dipertahankan sebagai “check and
balance” untuk menjamin keberlangsungan tata pemerintahan yang baik
kedepan,” sergah Bang Billy.
Sementara itu, menyinggung soal
kompetisi kedua capres-cawapres dalam pilihan langsung ini, Billy
mengatakan menang atau kalah dalam suatu kompetisi adalah sebuah
keniscayaan yang tidak mungkin dihindari.
“Karena kita menilai pilpres kali ini di
luar kaidah Jujur dan Adil, maka kita mendesak untuk kembalikan sistem
demokrasi kepada sila ke-4 (empat) Pancasila,” jelasnya lagi.
“Dimana proses pemilihan kepemimpinan ditentukan lewat jalan Permusyawaratan Perwakilan,” lanjutnya.
“Dimana proses pemilihan kepemimpinan ditentukan lewat jalan Permusyawaratan Perwakilan,” lanjutnya.
Oleh karena itu, tambahnya lagi, Pemuda
Muslimin Indonesia menghendaki agar sistem Pilpres apalagi Pilkada
DIHAPUSKAN karena sangat bertentangan dengan Konstitusi dasar NKRI.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !