Headlines News :
Home » » Muhammadiyah Menetapkan 1 Ramadhan 1435 H Hari Sabtu, 28 Juni 2014

Muhammadiyah Menetapkan 1 Ramadhan 1435 H Hari Sabtu, 28 Juni 2014

Written By SYARIKAT ISLAM INDONESIA KAB.SUKABUMI on Sabtu, 28 Juni 2014 | 06.00


( SII-Sukabumi ) Yogyakarta - Penentuan awal Ramadhan terjadi perbedaan di antara ormas Islam. Muhammadiyah memutuskan tanggal 1 Ramadhan 1435 H jatuh pada tanggal 28 Juni 2014. Keputusan Muhammadiyah ini diambil setelah melakukan hisab dengan metode hisab hakiki wujudul hilal.
Demikian dikatakan Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid, Oman Faturahman, SW. Saat ditemui di lantai 5 gedung Asri Medical Center ketika bersama Tim Observasi dan Astronomi memantau hilal, Jumat sore kemarin (27/6). Oman menambahkan, tanggal 27 Juni pukul 15.10 WIB telah terpenuhi tiga (3) kriteria hisab hakiki wujudul hilal.
Tiga kriteria tersebut antara lain sudah terjadi ijtima’, yaitu konjungsi antara bulan dan matahari. Kemudian, ijtima’ tersebut harus terjadi sebelum maghrib tiba. Dan saat matahari terbenam bulan masih berada di atas ufuk atau horizon, berapapun derajatnya.
“Sebelum terbenam di Yogya, hilal (bulan) berada di atas ufuk sebesar 0 derajat 48 menit. Artinya sudah wujud,” katanya. Namun, pemantauan yang dilakukan oleh tim dari majelis tarjih dan tajdid PP Muhamamdiyah ternyata tidak terlihat, dikarenakan kondisi cuaca yang kurang baik di Yogyakarta.
Oman berpendapat, bahwa pemantauan hilal kemarin Jumat bukan untuk menentukan awal bulan, namun melakukan observasi ilmu pengetahuan. “Bukan hanya hari ini, sering sekali kami melakukan observasi. Diberbagai kesempatan tim astrotogafi Muhammadiyah sering melakukan pemantauan dan perhitungan. Memantau hilal yang dilakukan bukan untuk menentukan awal bulan. Maksudnya untuk menguji hasil perhitungan. Misalnya ada perbedaan, apakah perhitungannya yang salah, atau memang observasinya yang keliru,” ujarnya.
Doktor UIN Sunan Kalijaga ini menambahkan pada prinsipnya, masalah astronomi adalah teori yang berupa perhitungan dan beserta rumus-rumusnya, dengan observasi itu tidak bisa dipisahkan. “Jadi satu dengan yang lainnya saling mengontrol saling menguji saling memperkuat, antara observasi (rukyat) dan perhitungan (Hisab). Jadi bagi Muhammadiyah itu observasi tidak ditinggalkan, tetapi kalau Muhammadiyah dikatakan saat ini memakai hisab, tidak pakai rukyat (karena rukyat melihat hilal untuk menentukan awal bulan),” tutupnya. (dzar)

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

MUTIARA NASIHAT

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.(QS.Al-Imron : 104 )"

"Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Barang siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya) ; jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya (menasihatinya) ; dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju) , dan demikian itu adalah selemah-lemah iman”. [HR.Muslim ] "

(1)Demi masa (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (3 ) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran ( QS . Al-Ashr : 1- 3 ).

Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu 'anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” [HR.Muslim]

“Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri, di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.” (QS. Fathir: 32)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata : "Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : "Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya" ". [HR Tirmidzi, Ibnu Majah ]

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ( QS.Annahl : 125 )

DAFTAR ISI

 
Support : DPCSYARIKAT ISLAM INDONESIAKABUPATEN SUKABUMI
Diberdayakan Oleh Blogger
Copyright © 2013. SYARIKAT ISLAM INDONESIA KAB.SUKABUMI - All Rights Reserved